Dari 2-3 menit jadi di bawah 30 detik per dokumen: rekonsiliasi harian tidak lagi molor sampai H+3
PT Cipta Logistik Prima melayani pengiriman retail dan e-commerce dari 6 cabang di Jakarta dan sekitarnya, dengan 900 sampai 1.100 resi COD, invoice pengiriman, dan surat jalan yang masuk setiap hari lewat foto WhatsApp dari lapangan. Sebelumnya staf admin keuangan mengetik ulang setiap dokumen itu satu per satu ke sistem, proses yang lambat dan rawan salah ketik terutama pada nomor resi dan nominal COD. prosesaja.ai membangun sistem yang membaca dokumen tersebut otomatis, mengekstrak data terstruktur ke skema yang sudah ditentukan, dan menyisakan staf hanya untuk memverifikasi hasil sebelum masuk ke sistem.
PT Cipta Logistik Prima · Ekspedisi dan pengiriman barang retail serta e-commerce · Jakarta Timur, DKI Jakarta · 2025 · 6 minggu · 1 Business Lead, 2 Engineer
Sebelum dan sesudah
Sebelum
- 2-3 menitWaktu proses per dokumendiketik manual dari foto resi, invoice, dan surat jalan ke sistem
- 900-1.100 dokumen dari 6 cabangVolume dokumen harianresi COD, invoice pengiriman, dan surat jalan digabung
- sekitar 7%Dokumen yang perlu dikoreksi ulangketahuan saat rekonsiliasi COD dengan mitra kurir, biasanya salah ketik nomor resi atau nominal
- H+2 sampai H+3Waktu tutup rekonsiliasi harianstaf keteteran mengejar input data hari berjalan
Sesudah
- 20-30 detikWaktu proses per dokumenstaf tinggal verifikasi hasil ekstraksi sebelum masuk sistem
- 900-1.100 dokumen, tanpa kesulitan menyerap lonjakan musim ramaiVolume dokumen harianvolume input sama, jam kerja staf yang tersisa jauh lebih banyak
- sekitar 2%Dokumen yang perlu dikoreksi ulangmayoritas sisanya dari foto buram atau tulisan tangan yang memang sulit dibaca
- H+1Waktu tutup rekonsiliasi hariandata hari berjalan sudah lengkap sebelum jam kerja berikutnya dimulai
Waktu proses per dokumen, dari sebelum sampai beberapa bulan berjalan
Bulan pertama biasanya belum turun drastis, tim masih terbiasa dengan alur baru. Perbaikan terasa stabil setelah 2-3 bulan berjalan.
Coba aplikasinya sendiri
AI Keuangan & Dokumen
Unggah satu invoice, lalu ikuti datanya mengalir sendiri ke verifikasi, arus kas, three-way match, piutang, dan rekonsiliasi bank.
Buka aplikasi demo
Coba sendiri alurnya
Coba salah satu contoh dokumen berikut, lihat bagaimana AI membaca foto dan lampiran lalu mengekstrak datanya secara terstruktur.
- 1. Membaca foto resi dengan OCR
- 2. Mengekstrak nomor resi, nominal COD, dan nama penerima
- 3. Mencocokkan ke data pesanan di sistem
- 4. Menandai siap masuk rekonsiliasi harian
Hasil tiap langkah muncul di sini.
Tantangan
Setiap hari, 6 cabang PT Cipta Logistik Prima di Jakarta dan sekitarnya mengirim foto resi COD, invoice pengiriman, dan surat jalan lewat grup WhatsApp masing-masing cabang ke tim admin keuangan di kantor pusat. Volumenya 900 sampai 1.100 dokumen per hari. Staf harus membuka satu per satu foto atau PDF itu, membaca isinya, lalu mengetik ulang nomor resi, nama pengirim dan penerima, berat barang, nilai barang, serta nominal COD ke sistem internal.
Kualitas foto sangat bervariasi. Sebagian resi tercetak rapi dari printer thermal, sebagian surat jalan diisi tangan oleh kurir yang buru-buru di titik penjemputan, dan tidak sedikit foto yang buram atau miring karena diambil terburu-buru dengan pencahayaan seadanya. Di bawah tekanan mengejar target input harian, staf sering salah ketik, terutama tertukar digit pada nomor resi yang mirip dan kelebihan atau kekurangan angka nol pada nominal COD. Dari catatan internal, sekitar 7% dokumen baru ketahuan salah saat proses rekonsiliasi COD dengan mitra kurir, dan staf harus menelusuri ulang foto aslinya untuk mencari letak kesalahannya.
Karena antrean input menumpuk, rekonsiliasi harian yang idealnya tuntas hari itu juga baru selesai di H+2 atau H+3, terutama saat periode ramai seperti akhir tahun ketika volume naik sekitar 30% dari hari biasa. Tim admin yang berjumlah 6 orang rutin lembur 1 sampai 2 jam setiap hari, dan saat kewalahan perusahaan menambah staf harian yang butuh waktu lagi untuk terbiasa membaca format dokumen dari berbagai mitra kurir. Keterlambatan ini ikut menunda penerbitan invoice ke klien korporat dan penutupan laporan keuangan bulanan.
Pendekatan kami
Pada tahap Discovery, tim prosesaja.ai turun langsung ke ruang admin keuangan PT Cipta Logistik Prima selama beberapa hari dan mengumpulkan sampel sekitar 300 dokumen resi, invoice, dan surat jalan dari 6 cabang dalam sebulan terakhir. Sampel ini dipetakan berdasarkan jenis dokumen, mitra kurir, dan kualitas foto, sekaligus dipakai untuk mewawancarai staf tentang field mana yang paling sering salah baca dan paling makan waktu.
Keputusan desain utama di tahap Audit & desain adalah membagi hasil ekstraksi jadi dua jalur berdasarkan tingkat keyakinan model: dokumen dengan hasil bacaan yang jelas (misalnya resi cetak thermal yang rapi) langsung terisi otomatis ke sistem, sementara dokumen dengan hasil yang meragukan (tulisan tangan, foto buram) ditandai dan field yang meragukan disorot untuk diperiksa staf, bukan diblokir seluruh dokumennya. Karena data yang diekstrak langsung menyangkut nominal COD, staf tetap jadi pemeriksa terakhir sebelum data masuk ke pembukuan, bukan digantikan sepenuhnya. Untuk pembacaan dokumennya sendiri, dipilih model vision-language open-weight Qwen2.5-VL yang dijalankan dan disesuaikan untuk mengenali format resi serta tulisan tangan dari berbagai mitra kurir yang dipakai perusahaan.
Selama Build dan UAT, alur intake dari WhatsApp Business API, ekstraksi dokumen, pencocokan nomor resi ke manifest pengiriman, dan deteksi selisih nominal COD dibangun bertahap, lalu diuji coba paralel dengan proses manual di 2 dari 6 cabang lebih dulu selama sekitar seminggu. Setiap kasus salah baca dicatat untuk memperbaiki ambang keyakinan dan aturan pencocokan sebelum sistem digulirkan ke seluruh cabang.
Jalannya proyek
Discovery
1 mingguTim prosesaja.ai mengumpulkan sampel sekitar 300 dokumen resi, invoice, dan surat jalan dari 6 cabang dalam sebulan terakhir, memetakan variasi format per mitra kurir dan pola kualitas foto, serta mewawancarai staf admin keuangan tentang field yang paling sering salah baca.
Audit & desain
1 mingguMenetapkan skema data yang wajib diekstrak per jenis dokumen, ambang keyakinan untuk membedakan hasil yang langsung terisi otomatis dengan yang perlu ditandai untuk diperiksa staf, dan memilih model vision-language untuk membaca resi cetak maupun tulisan tangan.
Build (sprint)
2 mingguMembangun alur penerimaan foto dan PDF lewat WhatsApp Business API per cabang, pipeline ekstraksi dokumen, pencocokan nomor resi ke manifest pengiriman, deteksi otomatis selisih nominal COD, dan dashboard verifikasi untuk staf sebelum data masuk ke sistem.
UAT
1 mingguUji coba berdampingan dengan proses manual di 2 dari 6 cabang, staf memverifikasi tiap hasil ekstraksi yang ditandai, dan ambang keyakinan serta aturan pencocokan disesuaikan berdasarkan kasus salah baca yang ditemukan.
Go-live & pendampingan
1 mingguSistem digulirkan ke seluruh 6 cabang, tim prosesaja.ai mendampingi memantau proporsi dokumen yang masih perlu ditandai manual dan membantu staf terbiasa dengan alur verifikasi yang baru.
Sistem yang terhubung
Hasil
“Dulu tim keuangan kami baru bisa menutup rekonsiliasi harian dua atau tiga hari kemudian karena input data resi dan invoice masih menumpuk. Sekarang staf tinggal cek hasil bacaan sistem, dan sebagian besar sudah benar dari awal. Yang paling terasa saat musim ramai, kami tidak perlu buru-buru cari staf tambahan seperti tahun-tahun sebelumnya.”
Manajer Keuangan, PT Cipta Logistik Prima
Punya proses serupa yang ingin dirapikan?
Ceritakan proses bisnis Anda, tim kami akan memetakan langsung di mana otomasi paling terasa dampaknya.