Dari 4 kanal tercecer jadi satu antrian: follow-up lead naik dari separuh menjadi hampir semua masuk
PT Wira Alat Berat Nusantara menjual unit alat berat dan suku cadang ke kontraktor tambang dan konstruksi di Jawa Timur, dengan lead masuk dari WhatsApp pribadi sales, form situs, dan pameran. Tanpa satu tempat pencatatan, banyak lead hanya tersimpan di chat masing-masing sales dan baru ditindaklanjuti kalau sales sempat, kalau ingat. prosesaja.ai membangun alur yang menampung semua lead ke satu database, memberi skor prioritas otomatis, dan menjadwalkan follow-up supaya tidak ada lead yang diam lebih dari waktu yang ditentukan tim.
PT Wira Alat Berat Nusantara · Distribusi alat berat dan suku cadang industri · Surabaya, Jawa Timur · 2025 · 6 minggu · 1 Business Lead, 2 Engineer
Sebelum dan sesudah
Sebelum
- sekitar 45%Lead yang di-follow-up dalam 24 jamsisanya menunggu sales sempat buka chat
- tidak adaLead tercatat di sistem terpusattersebar di WhatsApp pribadi 6 sales
- 1-4 hariWaktu rata-rata lead pertama kali diresponskalau tidak lupa sama sekali
- sekitar 30%Lead dari pameran yang benar-benar ditindaklanjutikartu nama sering tertinggal di tas sales
Sesudah
- sekitar 92%Lead yang di-follow-up dalam 24 jamotomatis masuk antrian follow-up begitu tercatat
- 100%Lead tercatat di sistem terpusatWhatsApp, form situs, dan input pameran masuk satu database
- sekitar 3 jamWaktu rata-rata lead pertama kali diresponsuntuk lead yang masuk jam kerja
- sekitar 85%Lead dari pameran yang ditindaklanjutiinput langsung dari HP saat di lokasi pameran
Waktu rata-rata lead pertama kali direspons, dari sebelum sampai beberapa bulan berjalan
Bulan pertama biasanya belum turun drastis, tim masih terbiasa dengan alur baru. Perbaikan terasa stabil setelah 2-3 bulan berjalan.
Coba aplikasinya sendiri
AI Sales & Lead
Papan lead yang bergerak sendiri: lead masuk dari beberapa kanal, ditindaklanjuti otomatis, sampai berhenti di kolom menang atau masuk nurturing.
Buka aplikasi demo
Coba sendiri alurnya
Coba salah satu contoh lead berikut, lihat bagaimana AI membaca kebutuhan, memberi skor prioritas, dan menugaskan ke sales yang tepat.
- 1. Mengekstrak kebutuhan (unit, tahun, lokasi proyek) dari chat
- 2. Mencocokkan ke kategori produk dan wilayah sales
- 3. Memberi skor prioritas berdasarkan nilai potensi dan urgensi
- 4. Menugaskan otomatis ke sales area Kalimantan dan mengirim notifikasi
Hasil tiap langkah muncul di sini.
Tantangan
Tim sales PT Wira Alat Berat Nusantara terdiri dari 6 orang, masing-masing punya nomor WhatsApp sendiri untuk komunikasi dengan calon pembeli. Lead datang dari tiga arah sekaligus: chat langsung ke nomor pribadi sales, form kontak di situs yang diteruskan lewat email, dan formulir kertas yang diisi pengunjung stan saat pameran alat berat. Tidak ada satu tempat yang menampung ketiganya, jadi manajer penjualan tidak pernah tahu persis berapa total lead yang masuk dalam sebulan sampai harus menanyakan satu per satu ke tiap sales.
Karena lead hanya hidup di chat pribadi, follow-up sepenuhnya bergantung pada ingatan dan kedisiplinan masing-masing sales. Lead yang masuk sore hari sering baru dibalas dua atau tiga hari kemudian, kadang setelah calon pembeli sudah menghubungi distributor lain. Lead dari pameran nasibnya lebih buruk lagi, formulir kertas menumpuk di tas dan baru dipindai ke Excel seminggu setelah acara selesai, saat momentum ketertarikan pembeli sudah hilang.
Manajemen juga kesulitan membedakan lead yang serius dari yang sekadar menanyakan harga. Semua lead diperlakukan sama tanpa prioritas, sehingga sales sering menghabiskan waktu mengejar lead kecil sementara permintaan dari kontraktor besar dengan kebutuhan puluhan unit tertunda balasannya karena kebetulan masuk di hari yang sibuk.
Pendekatan kami
Tahap Discovery diisi dengan memetakan seluruh titik masuk lead: nomor WhatsApp Business tim sales, form di situs, dan proses pencatatan manual saat pameran. Tim prosesaja.ai ikut mengamati satu hari kerja sales dan satu sesi pameran kecil untuk melihat langsung di mana lead hilang, apakah saat masuk, saat dicatat, atau saat harus ditindaklanjuti.
Pada tahap Audit & desain, keputusan utamanya adalah tidak mengganti kebiasaan chat WhatsApp yang sudah nyaman bagi sales dan pelanggan, melainkan menyambungkannya ke satu database di belakang layar. WhatsApp Business API dipasang di nomor utama perusahaan, form situs dihubungkan langsung ke database yang sama, dan untuk pameran dibuatkan form input singkat di HP yang bisa diisi sales dalam waktu kurang dari satu menit per pengunjung stan, tanpa perlu memindai kertas belakangan.
Skoring lead dibuat sederhana dan transparan: kombinasi dari jenis kebutuhan (unit baru bernilai lebih tinggi dari sekadar tanya suku cadang), skala yang disebutkan calon pembeli, dan kecepatan respons awal calon pembeli sendiri. Lead dengan skor tinggi otomatis ditandai untuk dihubungi hari itu juga, sementara semua lead, apa pun skornya, masuk ke antrian follow-up terjadwal dengan pengingat H+1, H+3, dan H+7 supaya tidak ada yang benar-benar didiamkan.
Tahap Build dan UAT dilakukan berdampingan dengan tim sales yang jadi pengguna harian, bukan hanya manajer. Beberapa aturan skoring direvisi setelah dua minggu berjalan karena sales melihat ada lead bernilai kecil yang ternyata ujung-ujungnya jadi pembeli suku cadang rutin bulanan, sehingga bobot untuk potensi repeat order ditambahkan.
Jalannya proyek
Discovery
1 mingguMemetakan tiga kanal lead, mengikuti satu hari kerja sales dan satu sesi pameran untuk melihat titik lead hilang secara langsung.
Audit & desain
1 mingguMenentukan arsitektur satu database di belakang WhatsApp Business API, form situs, dan input pameran, sekaligus merancang formula skoring lead bersama manajer penjualan.
Build (sprint)
2 mingguMengembangkan alur penangkapan lead dari tiga kanal, mesin skoring otomatis, dan penjadwal follow-up dengan pengingat H+1, H+3, H+7 ke sales terkait.
UAT
1 mingguTim sales memakai sistem untuk lead sungguhan selama seminggu, revisi bobot skoring setelah ditemukan pola repeat order dari lead suku cadang kecil.
Go-live & pendampingan
1 mingguRilis penuh ke seluruh tim sales berbarengan dengan pameran alat berat berikutnya, tim prosesaja.ai mendampingi langsung di lokasi untuk memastikan input dari stan berjalan lancar.
Sistem yang terhubung
Hasil
“Dulu saya baru tahu ada lead bagus yang kelewat kalau pelanggannya sendiri yang telepon nanya kok belum dibalas. Sekarang semua lead masuk satu daftar dan ada pengingat kalau ada yang belum dihubungi. Sales juga lebih tenang karena tidak perlu mengingat-ingat siapa yang harus dihubungi hari ini.”
Manajer Penjualan, PT Wira Alat Berat Nusantara
Punya proses serupa yang ingin dirapikan?
Ceritakan proses bisnis Anda, tim kami akan memetakan langsung di mana otomasi paling terasa dampaknya.